Waktu dan Tahapan Pendidikan

  1. Lama Pendidikan

Sesuai dengan Kurikulum, Pendidikan Dokter Spesialis paru ditempuh dalam waktu semester (N). Sebelum menempuh Pendidikan di Prodi, PPDS menjalani Pendidikan Materi Kuliah  Dasar Umum (MKDU) selama 1 semester. Dengan demikian jumlah keseluruhan pendidikan adalah 9 semester. Lama pendidikan dapat ditempuh selama maksimal 13 semester (1 ½ N).

Sesuai dengan Kurikulum, sebelum mulai dengan tahap I peserta PPDS-I diharuskan mengikuti kegiatan Mata Kuliah Dasar Umum  (MKDU) serta Pra Pendidikan yang diaksanakan oleh RSDS dan oleh Departemen Paru.

  1. MKDU
  2. Pra Pendidikan

Pradik dibagi dalam 2 (dua) bagian yaitu Pradik Umum yang di laksanakan oleh Diklat RSUD. Dr. Soetomo dan Pradik Khusus yang dilaksanakan oleh Dept/ SMF Paru

  1. Pradik Umum:
    1. Tujuan Umum : Memahami semua peraturan yang berlaku dan tatalaksana penanganan penderita rawat jalan maupun rawat inap di RSUD Dr. Soetomo.
    2. Tujuan Khusus
      1. Memahami tentang pelaksanaan PPDS-I dan sistem evaluasinya.
      2. Memahami tentang kebijakan Pimpinan RSUD Dr. Soetomo.
      3. Memahami tentang penggunaan dan pengelolaan Obat secara rasional.
      4. Mampu menggunakan Formularium Rumah Sakit dan pedoman diagnosis dan terapi.
      5. Mampu memonitor ESO
      6. Memahami tentang pedoman penggunaan Antibiotika.
      7. Memahami tentang pengendalian infeksi Nosokomial.
      8. Memahami tentang penanganan kasus gawat darurat dan transfusi darah
      9. Mengetahui tentang AIDS
      10. Mengetahui tentang epidemiologi klinik dan perannya di Rumah sakit
      11. Mengetahui tentang metodologi penelitian dan statistic
      12. Memahami tentang PHB/ Askes
      13. Mengetahui tentang program PKMRS dan program gizi Rumah Sakit
      14. Mengenal cara-cara menggunakan perpustakaan.
      15. Memahami tentang proses belajar mengajar
      16. Mampu mengisi DMK yang benar
      17. Memahami tentang Etika Kedokteran dan Etika Rumah Sakit

 

  1. Pradik Khusus
    1. Tujuan Umum: Memahami sistem pendidikan PPDS-I dan tatalaksana pengelolaan penderita di Dept/ SMF Paru.
    2. Tujuan khusus:
      1. Mengetahui tentang Struktur Organisasi Dept/ SMF Paru.
      2. Mampu menangani dengan cepat dan tepat kasus-kasus gawat darurat paru dan menentukan kasus-kasus yang memerlukan konsultasi ke Dept/ SMF lain.

 

  1. Tahapan Pendidikan di Prodi

Pentahapan Pendidikan di Prodi disebut sebagai tahap-1 (tahap akuisisi), Tahap-2 (tahap magang/kompetensi) dan tahap-3 (tahap mandidi). Uraian dan lama stase di tiap tahap adalah sebagai berikut:

  1. Tahap I :
    1. Tempat Pendidikan :

Dept/ SMF Paru FK-UNAIR/ RSUD Dr. Soetomo, RSUP Persahabatan, RSUP Sanglah Denpasar

  1. Lama Pendidikan :

Ruang Rawat inapRSDS                  : 10 bulan

Faal Paru                                           :   1 bulan

RSUP Sanglah                                  :   2 bulan

Jumlah                                               : 13 bulan

  1. Sifat Pendidikan : magang
  2. Tujuan Pendidikan
    1. Memiliki pengetahuan dasar tentang penyakit paru dan pengetahuan lain yang menunjang.
    2. Mampu mengelola secara tuntas penderita penyakit paru yang berdampak luas :
      1. Penyakit yang mempunyai prevalensi/ insiden tinggi di masyarakat.
      2. Penyakit yang mempunyai morbiditas dan mortalitas secara efektif.
      3. Penyakit yang mempunyai potensi tinggi untuk dicegah maupun diobati secara efektif.
      4. Penyakit yang hanya dapat dikelola untuk meringankan penderitaan, mencegah kesakitan, kecacatan dan kematian dini.
    3. Kegiatan Pembelajaran
      1. Melaksanakan semua tugas di ruang inap paru, dan RSUP Sanglah.
      2. Melaksanakan tugas jaga I di UGD medik dan Ruang Paru serta membuat laporan lisan dan tertulis (morning report)
      3. Melakukan tindakan diagnostik dan terapi di OK paru.
      4. Mengikuti semua kegiatan ilmiah.
      5. Membuat karya ilmiah :
        1. Tinjauan Kepustakaan sebanyak 2 (dua) ilmiah
        2. Laporan Kasus sebanyak 2 (dua) ilmiah ( 1 (satu) di Departemen Pulmonologi & Ilmu Kedokteran Respirasi FKUA dan 1 (satu) di Departemen Pulmonologi & Ilmu Kedokteran Respirasi FK UNUD).
        3. Bacaan Majalah sebanyak 5 (lima) bacaan: (empat) di Departemen Pulmonologi & Ilmu Kedokteran Respirasi FKUA: 3 dengan bimbingan;1 mandiri dalam bahasa Inggris dan 1 (satu) di Pulmonologi & Ilmu Kedokteran Respirasi FK UNUD
        4. Textbook Reading sebanyak 1 (satu) ilmiah.
      6. Mengikuti semua kegiatan Dept/ SMF Paru yang diwajibkan
    4. Evaluasi
      1. Observasi
      2. Mini C-Ex
      3. Case-based discussion
      4. DOPS
      5. 360 evaluation
      6. Ujian tulis tengah semester-2 dan 3
      7. Ujian tulis akhir semester-2 dan 3
      8. Ujian keterampilan akhir semester-2 dan 3
      9. PPDS dapat melanjutkan ke semester-3 dengan syarat:
        1. Telah lulus ujian akhir semester-2
        2. Menyelesaikan minimal 1 TK atau laporan kasus
        3. penilaian 360 rata-rata baik

 

  1. PPDS dapat melanjutkan ke tahap II dengan syarat:
    1. Tugas TK dan 2 laporan kasus telah selesai dipresentasikan dengan nilai minimal 70.
    2. Lulus ujian teori akhir semester-2 dengan nilai minimal 65.
    3. Lulus ujian keterampilan akhir semester-2 dengan nilai minimal 65

 

 

  1. Tahap II :
    1. Tempat dan Lamanya Pendidikan
      1. Dept/ SMF Ilmu Penyakit Dalam : 6 (enam) bulan
      2. Dept/ SMF Ilmu Penyakit Jantung : 4 (empat) bulan
      3. Dept/ SMF Radiologi : 2 (dua) bulan
      4. Dept/ SMF Ilmu Kesehatan Anak : 2 (dua) bulan
      5. Dept/ SMF Anestesi Jakarta/ Bali : 2 (dua) bulan

Jumlah                                             : 16 (enam belas)

  1. Sifat Pendidikan

Dasar

  1. Tujuan Pendidikan :
    1. Memiliki pengetahuan dasar ilmu penyakit dalam
    2. Mampu menangani penderita penyakit dalam yang mempunyai dampak pada paru atau sebaliknya
    3. Memiliki pengetahuan dasar ilmu penyakit jantung
    4. Mampu menangani penderita penyakit jantung yang memberikan dampak pada paru dan sebaliknya.
    5. Memiliki pengetahuan dasar tentang kasus-kasus gawat paru atau gawat napas.
    6. Memiliki pengetahuan tentang ventilasi mekanik
    7. Mampu melakukan resusitasi kardio respirasi
    8. Mampu melakukan intubasi trakeal
    9. Mampu menangani kasus gagal napas dengan/ tanpa respirator
    10. Memiliki pengetahuan tentang penyakit paru anak
    11. Mampu menangani secara tuntas penderita penyakit paru anak
    12. Memiliki pengetahuan dasar pembuatan foto thorax yang baik
    13. Memiliki pengetahuan dasar proteksi radiasi
    14. Mampu melakukan tindakan bronkografi
    15. Mampu membaca thorax foto dengan baik serta membuat diagnose secara radiologik kelainan pada paru dan mediastinum.
    16. Memahami cara-cara melaksanakan radioterapi.
  2. Kegiatan Pembelajaranè di break down sesuai dengan tiap prodi
    1. Mengelola penderita di ruangan (sesuai dengan Departemen/SMF terkait)
    2. Mengelola penderita gawat darurat
    3. Melaksanakan tugas jaga Ruangan penyakit dalam secara bergilir
    4. Mengikuti kegiatan ilmiah dan morning report
    5. Membuat karya ilmiah (Bacaan Majalah dan Tinjauan Pustaka)
    6. Mengelola penderita penyakit jantung
    7. Mengelola penderita gawat darurat
    8. Melaksanakan tugas jaga ruangan kardiologi
    9. Mengikuti kegiatan ilmiah laporan pagi
    10. Membuat karya ilmiah
    11. Mengelola penderita gagal napas dengan/ tanpa respirator
    12. Mampu melakukan intubasi endrotrakeal
    13. Mengikuti kegiatan ilmiah dan laporan pagi
    14. Membuat karya ilmiah (Bacaan Majalah dan Tinjauan Kepustakaan)
    15. Mengelola penderita penyakit paru anak
    16. Mengikuti kegiatan ilmiah dan laporan pagi
    17. Membuat karya ilmiah (Bacaan Majalah dan Tinjauan Kepustakaan)
    18. Membaca thorak foto
    19. Mengikuti kegiatan dan tindakan dalam penanganan penderita
    20. Mengikuti kegiatan ilmiah
    21. Membuat karya ilmiah (Bacaan Majalah dan Tinjauan Kepustakaan)
  3. Evaluasi :
    1. Observasi
    2. Ujian Tulis Penyakit Dalam
    3. Ujian EKG (sebelum stase)

 

  1. Penjelasan
    1. Oleh karena kegiatan stase di departemen lain tergantung pada aturan yang ditetapkan oleh Departemen tersebut, dan berkaitan dengan kebutuhan pelayanan pasien, maka beberapa stase disebut sebagai “open curriculum”.
    2. Yang dimaksud dengan “open curriculum” adalah stase tersebut bukan merupakan suatu syarat untuk dilaksanakan secara berurutan.
    3. Pada kondisi tertentu apabila diperlukan maka tempat stase dapat berubah dengan adanya surat keputusan dari Ketua Departemen.

 

  1. Tahap III :
    1. Tempat dan lamanya pendidikan
      1. BTKV : 1 (satu) bulan => pindah tahap 2
      2. Poliklinik Paru             : 2 (dua) bulan
      3. Poli Onkologi : 1 (satu) bulan
      4. Poli Asma, PPOK : 1 (satu) bulan
      5. Poli MDR : 1 (satu) bulan
      6. Poli Konsultasi             : 3 (tiga) bulan
      7. IRD : 3 (tiga) bulan
      8. Chief Residen             : 3 (tiga) bulan
      9. OK Paru             : 2 (dua) bulan

Jumlah                            : 17 (tujuh belas) bulan

  1. Sifat Pendidikan

Mandiri

  1. Tujuan Pendidikan
    1. Memiliki ilmu pengetahuan yang luas tentang penyakit paru dan ilmu pengetahuan lain yang terkait
    2. Mampu menangani pasien baru secara poliklinik dan/ atau rawat inap.
    3. Mampu menjawab konsultasi paru dari dalam atau luar RSUD Dr. Soetomo
    4. Mampu bertindak sebagai chief residen
    5. Mampu membimbing mahasiswa dan paramedis di / SMF Paru
    6. Mampu melakukan penelitian mandiri
    7. Mampu melakukan koordinasi dokter jaga
    8. Mampu mengkoordinasi tugas residen di / SMF Paru bersama-sama dengan Chef de Clinique
  2. Kegiatan Pembelajaran
    1. Menangani penderita poliklinik secara tuntas.
    2. Menangani penderita konsultasi secara tuntas.
    3. Menetapkan penderita yang akan dirawat inap atau alih rawat.
    4. Melaksanakan tugas sebagai dokter jaga II
    5. Melakukan bimbingan pada dokter muda dan paramedic
    6. Melaksanakan tugas sebagai chief residen.
  3. Evaluasi
    1. Observasi
    2. Ujian Tulis
    3. Ujian Lisan
العربية简体中文EnglishDeutschBahasa IndonesiaEspañol